Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Allahumma Shalli wa Sallim wa Baarik 'ala Sayyidina Muhammadin Kariimil-Aabaai wal-Ummahaat.
Man salaka thariqan yaltamisu fiihi ‘ilman sahhalallaahu lahu thariqan ilal Jannah. Terjemahan: “Barangsiapa yang berjalan menuntut ilmu, maka Allāh mudahkan jalannya menuju Jannah (nama Surga). …”

Tiga Teori Proses Pembelajaran dalam Sosialisasi

...kode iklan adsense yang sudah diparse di sini...
Tiga Teori Proses Pembelajaran dalam Sosialisasi  - Sosialisasi bisa berlangsung karena peran institusi, media massa, individu, dan kelompok. Ada tiga teori yang menjelaskan proses pembelajaran dalam sosialisasi.

Tiga Teori Proses Pembelajaran dalam Sosialisasi
Tiga Teori Proses Pembelajaran dalam Sosialisasi 

1. Teori pembelajaran sosial (social learning theory)
Menurut B.F. Skinner (1953), proses pembelajaran sosial bisa dilakukan dengan mengkondisikan. Orang tua yang menginginkan anaknya taat dan patuh, bisa mengkondisikan keadaan di lingkungan rumahnya dengan memberi contoh, menasihati, memuji, atau memberi hukuman.

Menurut Albert Bandura, proses pembelajaran dalam sosialisasi bisa dilakukan dengan meniru perilaku orang lain. Anak bisa berperilaku disiplin dengan meniru kedisiplinan yang diterapkan kedua orang tuanya.

2. Teori perkembangan individu (developmental theory)
Menurut Erik Ericson (1950), dalam sosialisasi ada delapan tahap perkembangan: rasa percaya pada lingkungan, kemandirian, inisiatif, kemampuan psikis dan pisik, identitas diri, hubungan dengan orang lain secara intim, pembinaan keluarga/keturunan, penerimaan kehidupan.

3. Teori interaksi simbolis (symbolic interaction theory)
Inti dari teori ini adalah memusatkan pada kajian tentang bagaimana individu menginterpretasikan dan memaknakan interaksi-interaksi sosialnya. Menurut Herbert Mead (1934) ada tiga proses tahapan pengembangan diri: preparatory stage saat anak mencoba memberikan makna pada perilakunya, play stage saat anak mulai belajar berperan seperti orang lain, dan game stage saat anak melatih ketrampilan sosialnya.

Dikenal dua pola sosialisasi, yaitu:
• Sosialisasi represif, di mana kebijakan orang tua berupa hukuman terhadap kesalahan anak serta lebih menekankan kepada kepatuhan anak kepada orang tua dan keinginan orang tua terhadap anak.
• Sosialisasi partisipatif, di mana akan menjadi pusat sosialisasi, keutuhan anak menjadi penting.

Setiap manusia melakukan proses sosialisasi, tidak terkecuali dirimu. Proses sosialisasi berlangsung selama manusia masih hidup di dunia ini. Melalui proses sosialisasi, kepribadian seseorang individu dapat terbentuk.

Demikianlah artikel materi yang mengulas tentang - Tiga Teori Proses Pembelajaran dalam Sosialisasi -, semoga bermanfaat, baca juga artikel materi lainnya dan jangan lupa share untuk teman teman semua. terima kasih telah berkunjung.
Ramai pengunjung telah membagikan ini, ayo ikutan berbagi menebar salam dan shalawat agar kita selamat dan bahagia. Pilih salah satu icon share di bawah...
Terima kasih telah berkunjung kembali, jika bermanfaat silakan bantu dengan bagikan ke sahabat lainnya...!!!
Bagikan Ke Whatsapp
Bagikan ke Telegram
Bagikan Ke Facebook

Materi/Artikel yang sering dicari...!!!